Rabu, 28 Desember 2011

PANTUN NASIHAT

Buah dukuh
Buah kedongdong
  Baca buku
  Dulu dong

JADI GILA

Kau buat ku jadi gila
Saat kau jumpa
Bilang cinta padaku
Tak kuat ku merasa
Rasa bahagia
Saat ku ucapkan cinta

IBU

Ibuku sayang
Masih terus berjalan
Walau tapak kaki
Penuh darah
Penuh nanah
Seperti udara
Kasih yang engkau berikan
Tak sanggup ku membalas
Ibu

KU INGIN

Ku ingin kau mengerti aku
Ubah sikapmu
Ku butuhkan rasa cinta dariku
Dan jangan kau sakiti aku
Kecewa kan ku
Karena kan kita pertahankan cinta ini selamanya

TELAH KU BERIKAN

Andaikan dulu kau tak pernah mencintaiku
Mungkin semua kan terjadi berbeda
Takkan pernah terukir kisah kita
Andaikan dulu kau tak pernah menyayangi ku
Mungkin semua kan berbeda
Takkan pernah kurasakan duka
  Kubiarkan semua
  Semua telah terjadi
  Biarlah-biarlah
Telahku berikan cintaku
Telahku berikan sayangku
Namun nyatanya kau tak pernah bisa menerima

1000 PUISI

Andai kau jadi bunga
Aku pasti jadi kumbang nya
Andai kau sebuah pelangi
Aku akan jadi langitmu
  Walau sederhana
  Kurangkai kata-kata untukmu
  Walau 1000 puisi takkan cukup
  Ungkapkan rasa
  Sayangku padamu
  Takkan cukup
  Ungkapkan rasa rinduku padamu

Rabu, 09 November 2011

KEBUDAYAAN JAKARTA

NAMA : MUHAMMAD HAMDAN
KELAS : 1EA02 (MANAJEMEN)             
NPM : 14211851
PELAJARAN : ILMU BUDAYA DASAR


            Di Indonesia banyak sekali memiliki keragaman budaya,keragaman budaya tersebut meliputi banyaknya ragam makanan dari setiap daerah di Indonesia, banyaknya keragaman pakaian, dan keragaman tradisi  yang ada di Indonesia.  Dan oleh sebab itu sudah seharusnya kita bangga akan kebudayaan tersebut ada pun contoh kebudayaan yang ditunjukan oleh daerah Jakarta. Jakarta banyak memiliki kebudayaan yang sangat beragam dan di jakarta itu sendiri memiliki monumen penting yang sangat terkenal hingga manca negara salah satu contohnya yaitu: Monumen Nasional dan Museum Lubang Buaya,   






adapun keragaman yang dimiliki oleh Jakarta seperti makanan khas Jakarta, atau pakaian dari Jakarta yang sangat banyak diminati oleh orang dalam maupun luar negeri. Dan pengertian Jakarta sebagai kota budaya tidak boleh dipersempit artinya sebagai kota dengan fasilitas kebudyaan dan kesenian. Kita berpengharapan Jakarta sebagai sebuah kota budaya dimana penduduknya menjunjung nilai-nilai agama, moral, dan etika. Angka-angka kriminalitas yang kian meningkat menjadi indikasi lemahnya komitmen terhadap nilai-nilai agama, moral, dan etika. Kejahatan dengan kekerasan masih terjadi setiap hari yang mengambil korban jiwa. Penyalahgunaan obat-obat terlarang masih berlangsung. Perjudian gelap terjadi di sejumlah tempat. Praktek-praktek prostitusi, pelecehan sex terhadap anak-anak di bawah umur, perilaku sex menyimpang menjadi berita yang dihidangkan setiap jam oleh pemancar televisi.
Membangun Jakarta sebagai kota budaya berarti menegakkan hukum secara tegas dan konsekuen. Jakarta bagian yang tak terpisahkan dari nation state Indonesia. Jakarta harus menjadi contoh penegakkan hukum. Karena itu harus ditumbuhkan kesadaran bahwa Indonesia sebagai nation state itu berarti bahwa kita semua hidup dalam aturan. Aturan harus ditaati oleh seluruh warga tanpa kecuali. Tidak boleh ada sekelompok warga, atas nama apa pun, yang hidup di luar aturan yang telah ditetapkan dan diberlakukan di persada Indonesia. Dalam konteks ini Jakarta juga harus menjadi contoh sebagai kota yang bersih dalam arti tidak terjadi praktek korupsi yang merugikan Negara dan rakyat. Jakarta adalah kota yang dihuni oleh penduduk dari pelbagai latar belakang etnis dan agama. Jakarta sejatinya sebuah kota majemuk sejak zaman dahulu kala.
Hendaknya dapat dikembangkan kerukunan hidup antar warga dengan saling menghormati kepercayaan dan keyakinan masing-masing. Dan menghormatikeberadaan rumah-rumah peribadatan.

                                            
Itulah dalam garis besarnya pengertian kota budaya dalam arti yang nyata. Dalam pengertian phisikal Jakarta sebagai kota budaya adalah Jakarta yang tertata indah dan dapat mengemban multi fungsi sebagai Jakarta Megapolitan. Pembangunan daerah pesisir harus lebih banyak mendapat perhatian. Karena pesisir secara tradisional adalah landmark. Para pelayar mengidentifikasi kota yang didekatinya dari arah laut adalah dengan mengenali pesisirnya.
Seperti kata kolumnis Mahbub Djunaidi, orang Betawi adalah orang Melayu. Tentu saja sebagai orang Melayu pertama kali mereka mendiami daerah pesisir Jakarta. Keadaan phisik hunian di daerah pesisir memang memerlukan perhatian yang sungguh-sungguh seperti daerah Kamal Muara dan Marunda.
Realisasi Jakarta Megapolitan tentu belum berwujud dalam waktu dekat, tapi dapat diperkirakan konsep ini akan terwujud pada suatu saat kelak ketika proses perubahan nilai-nilai kota Jakarta semakin pluralistic, masyarakat semakin terbuka, dan ini membawa konsekuensi-konsekuensi tertentu.

Dalam konteks inilah dirasa penting untuk merevitalisasi nilai-nilai budaya Betawi agar pertumbuhan Jakarta Megapolitan tidak menjadi ancaman bagi moral masyarakat.
Kita perlu Jakatrta yang secara phisik makin moderen dan berkembang luas, tetapi kita juga harus perduli dengan moralitas dan kehidupan agama masyarakat agar kemajuan material dapat berjalan serasi dengan kehidupan spiritual dan keagamaan masyarakat
.
            Itu lah sebagian dikit ringkasan tentang kebudayaan Jakarta,  dan masih banyak lagi keragaman yang terdapat di kota besar Jakarta yang belum saya bahas pada ringkasan ini. Sekian ringakasan yang bisa saya sampaikan kurang lebihnya saya mohon maaf

           

Selasa, 08 November 2011

Bab 11 Manusia dan Harapan


1.1           Pengertian Harapan
Setiap manusia pasti mempunyai harapan. Tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Sejkalipun orang yang akan meninggal pasti mempunyai harapan, harapan itu biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya.
Harapan itu tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung  pada usaha orang yang mempunyai harapan.
 Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri maupun kepercayaan pada Tuhan Yang Maha Esa.Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib untuk selalu berdoa, karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan.
Harapan berasal dari kata “harap” berarti “keinginan” supaya sesuatu terjadi, sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan.
Contoh:
·         Budi seorang mahasiswa STMIK Gunadarma, ia rajin belajar dengan harapan di dalam ujian semester mendapatkan angka yang baik.
·         Kadir seorang wiraswasta yang rajin. Sejak mulai menggarap usahanya ia mempunyai harapan usahanya menjadi besar dan maju. Ia yakin usahanya menjadi kenyataan, karena itu berusaha bersungguh-sungguh dengan usahanya.
Dari kedua contoh itu terlihat, apa yang diharapkan Budi dan Hadir ialah terjadinya buah keinginan, karena itu mereka bekerja keras. Semua ini adalah dengan suatu keyakina demi terwujudnya apa yang diharapkan. Jadi, untuk mewujudkan harapan itu harus disertai dengan usaha yang sesuai dengan apa yang diharapkan. Bila dibandingkan dengan cita-cita, harapan mengandung pengertian yang tidak terlalu muluk. Dan sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi bintang. Antar harapan dan cita-cita terdapat persamaan, yaitu:
·         Keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud
·         Pada umunya dengan cita-cita maupun harapan harapan orang menginginkan hal lebih baik atau meningkat.


1.2           Penyebab Manusia Mempunyai Harapan

Sesuai dengan kodratnya manusia merupakan makhluk sosial dimana sertiap manusia 
lahir ke dunia langsung disambut dalam suatu pergaulan hidup, yakni dalam suatu keluarga dan anggota masyarakat lainnya. Seseorang dapat berkembang dengan baik fisik dan mentalnya dengan baik ditengah manusia-manusia lain. Terdapat dua hal yang mendorong orang hidup bergaul dengan manusia lain hidup yaitu:

*    Dorongan Kodrat
Kodrat merupakan sifat, keadaan atau pembawaan alamiah yang sudah terdapat dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Contoh pembawaan alamiah tersebut adalah menangis, tertawa, bergembira dan sebagainya. Seperti halnya orang yang sedang menonton pertunjukan lawak, pelawak mengharapkan penonton dapat terhibur dan tertawa, dan penonton dapat tertawa karena lawakan dari sang pelawak. Namun apabila penonton tersebut tidak tertawa, maka harapan dari kedua pihak tidak terpenuhi dan akibatnya dapat menimbulkan kesedihan.
Dalam diri manusia sudah terjelma sifat, kodrat, pembawaan dan kemampuan untuk hidup bergaul, hidup bermasyarakat atau hidup bersama dengan manusia lain. Maka dengan kodrat, manusia memiliki harapan.

*    Dorongan Kebutuhan Hidup
Setiap manusia mempunyai kebutuhan hidup yang berbeda-beda. Namun
kebutuhan hidup secara garis besar dapat dibedakan atas kebutuhan jasmani dan rohani. Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya manusia bekerja sama dengan manusia lain, sebab kemampuan manusia ada batasannya. Pada hakikatnya harapan merupakan keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
            Menurut Abraham Maslow, sesuai dengan kodratnya, harapan manusia adalah:
1.      Kelangsungan hidup (survival)
Untuk kelangsungan hidupnya, manusia membutuhkan sandang, pangan, dan papan (tempat tinggal). Kebutuhan kelangsungan hidup terlihat sejak bayi lahir. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka manusia sudah mulai belajar sejak kecil dan dengan pengetahuan tinggi diharapkan memperoleh sandang, pangan dan papan yang layak.
2.      Keamanan
Semua orang pasti membutuhkan keamanan. Namun rasa keamanan tidak harus diwujudkan dengan perlindungan yang nampak, bahkan secara moral pun orang lain dapat memberikan rasa keamanan. Biasanya walaupun secara fisik keadaan dalam bahaya, namun keamanan moril yang di dapat dari keyakinan bahwa Tuhan memberi perlindungan sudah memberikan keamanan yang diharapkan.
3.      Status
Dengan status, seseorang dapat mengetahui siapa dirinya. Harga diri orang juga melekat pada status orang tersebut. Biasanya status-status tersebut adalah status keberadaannya, status dalam keluarga, status dalam masyarakat, dan status dalam negara.
4.      Perwujudan cita-cita
Biasanya manusia berharap diaku keberadaannya sesuai dengan keahlian atau profesinya. Pada saat itu manusia mengembangkan bakat atau kemampuannya agar diakui kehebatannya
1.3           Kepercayaan

Kepercayaan berasal dari suatu kata yaitu percaya yang artinya mengakui atau
menyakini akan kebenaran. Ada jenis pengetahuan yang dimiliki seseorang tetapi bukan merupakan hasil penyelidikan namun merupakan hasil dari yang diterima oleh orang lain yang dapat dipercaya. Semakin besar kewibawaan orang yang memberitahu tentang pengetahuan, maka semakin besar kepercayaan orang kepada dirinya.
            Dalam beragama, manusia wajib menerima dan menghormati kepercayaan orang yang beragama itu.  Dan dasarnya adalah keyakinan masing-masing.

*    Kebenaran
Dr. Yuyun Suriasumantri dalam bukunya mengemukakan tiga teori kebenaran,
yaitu:
1.      Teori koherensi atau konsistensi
Merupakan suatu pernyataan yang dianggap benar bila pernyataan itu bersifat konsisten dengan pernyataan sebelumnya yang di anggap benar.
Contoh: masyarakat Indonesia umumnya makan nasi. Andi orang Indonesia. Andi makan nasi.
2.      Teori korespondensi
Merupakan teori apabila suatu pertanyaan benar bila materi yang terkandung pernyataan itu berhubungan dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut.
Contoh: London adalah ibukota Inggris
3.      Teori pragmatis
Merupakan kebernaran suatu pernyataan diukur dengan kriteria apakah pernayaan tersebut bersifat fungsinal dalam kehidupan praktis.

1.4           Berbagai Kepercayaan dan Usaha Meningkatkannya

Dasar kepercayaan adalah kebenaran. Sumber kebenaran adalah manusia.
kepercayaan dapat dibedakan atas:
1.      Kepercayaan pada diri sendiri
Percaya diri sendiri pada hakikatnya percaya kepada Tuhan dan menganggap dirinya benar, menang dan mampu mengerjakan apa yang menjadi tanggung jawabnya.

2.      Kepercayaan kepada orang lain
Percaya kepada orang lain sudah tentu percaya kepada kata hatinya.

3.      Kepercayaan kepada pemerintah
Baik teori atau pandangan teoritis ataupun demokratis negara atau pemerintah itu benar, karena Tuhan adalah sumber kebenaran yaitu manusia sebagai warga negara percaya kepada negara/pemerintah.

4.      Kepercayaan kepada Tuhan
Percaya kepada Tuhan sudah pasti adanya tali kuat yang dapat menghubungkan rasa manusia dengan Tuhannya.



            Berbagai usaha yang dilakukan manusia untuk meningkatkan rasa percaya kepada Tuhannya. Usaha tersebut bergantung kepada pribadi kondisi, situasi, dan lingkungan, usaha itu antara lain:
a)      Meningkatkan ketaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah
b)      Meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat
c)      Meningkatkan kecintaan kita kepada sesama mausia dengan jalan suka menolong, dermawan, dan sebagainya
d)     Mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan
e)      Menekan perasaan negatif seperti ini, dengki, fitnah, dan sebagainya.