Kamis, 02 Oktober 2014

Etika Bisnis



ADAT JAKARTA
            Dimana tempat kelahiran saya yaitu Jakarta sekaligus ibu kota negara Republik Indonesia. Di Jakarta banyak menyimpan sejarah dari era penjajahan. Kota Jakarta ini sendiri memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan dengan kota lainnya, seperti tarian yang dimiliki oleh kota Jakarta. Jakarta memiliki cukup banyak tarian tradisional yang hidup dan berkembang dalam kebudayaan masyarakat aslinya, yakni masyarakat Betawi. Tarian Betawi terbentuk dari proses asimilasi berbagai kebudayaan, seperti Melayu, Arab, Cina, Portugis, India, dsb. Tarian Betawi juga mempunyai ciri khas sendiri, yaitu penggunaan suara musik pengiring yang riang serta gerakan-gerakan tari yang dinamis. Di bawah ini ada lima jenis tarian Jakarta yang paling populer untuk Anda ketahui:
1. Tari Topeng Betawi
Tari Topeng cukup lama dikenal dan berkembang dalam masyarakat Betawi. Tarian ini merupakan paduan aspek tari, musik, dan teater. Penggunaan topeng dalam tarian ini didasarkan atas kepercayaan dahulu masyarakat Betawi bahwa topeng mempunyai kekuatan magis yang dapat menolak bala, bahkan menghilangkan rasa duka. Oleh karenanya, Tari Topeng biasanya dipentaskan untuk memeriahkan pesta-pesta penting, misalnya pada acara pernikahan dan khitan.
2. Tari Yapong
Tari Yapong pertama kali diperkenalkan pada tahun 1977 dalam rangka mempersiapkan acara ulang tahun kota Jakarta ke-450. Tari Yapong telah diciptakan oleh Bagong Kussudiarjo. Nama tari ini berasal dari bunyi nyanyian lagunya “ya, ya, ya”  dan alunan musik yang berbunyi “pong, pong, pong.” Gerakan tarian ini sangat dinamis dan gembira sehingga sering dipentaskan dalam acara-acara sambutan.
3. Tari Cokek
Tarian khas Betawi ini ditarikan berpasangan dan sangat kental dengan budaya etnik Cina. Kata cokek sendiri berasal dari bahasa Cina cukin yang berarti selendang yang dipakai para penari wanitanya guna menarik pasangannya. Tarian Cokek ini diiringi oleh musik Gambang Kromong dan ciri khasnya adalah goyangan pinggul yang dinamis.
4. Tari Lenggang Nyai
Tari Lenggang Nyai juga sering disebut sebagai tari Lenggang Betawi. Tarian ini telah diciptakan oleh Wiwik Widiastuti pada tahun 1998 hingga tarian ini bisa dianggap masih baru. Tarian ini didasarkan pada cerita rakyat setempat, yakni tentang Nyai Dasimah yang telah berhasil keluar dari perkawinan yang merenggut kebebasannya. Seperti Tari Cekok, Tari Lenggang Nyai juga banyak dipengaruhi oleh budaya Cina. Sekelompok gadis belia berjumlah 4 atau sampai 6 orang biasanya yang membawakan tarian ini dan sering dipentaskan pada acara-acara resmi penyambutan tamu penting atau pernikahan.

5. Tari Japin
Tarian ini merupakan adaptasi dari Tari Zapin yang dipengaruhi oleh budaya Arab adan Melayu. Konon, pengubahan kata zapin menjadi japin dikarenakan kebiasaan masyarakat Betawi menyebut kata Z dengan huruf J. Tari Japin diiringi oleh musik dan lagu Betawi, yang terdiri dari alat musik gambus dan marwas. Keunikan Tari Japin Betawi ini dilihat dari kelincahan para penarinya yang melompat-lompat dan biasanya ditarikan secara berpasangan.
Selain tarian yang menjadi ciri khas dari kota Jakarta, adanya kebiasaan tertentu pula yang biasa dilakukan orang Jakarta untuk merayakan hari-hari tertentu. Seperti dengan mengikut sertakan ondel-ondel sebagai antusian orang Jakarta untuk merayakan hari tertentu. Ondel-ondel yang berupa boneka besar itu tingginya sekitar 2,5 meter dengan garis tengah ± 80 cm, dibuat dari anyaman bambu yang disiapkan begitu rupa sehingga mudah dipikul dari dalamnya. Bagian wajah berupa topeng atau kedok, dengan rambut kepala dibuat dari ijuk. Wajah ondel-ondel laki-laki biasanya dicat dengan warna merah, sedangkan yang perempuan warna putih.
https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQNHNSs46b_23wT_DSwu17v8jjVAe-Jca8YMbHgK_fnhL6A8Zomfg
Dalam hal pernikahan pun orang Jakarta memiliki ciri khas tersendiri yang berbeda dari masyarakat kota lainnya, yaitu dengan membakar petasan sebelum acara resepsi pernikahan dimulai dan biasanya diadakan acara balas pantun dari pihak laki-laki kepada pihak perempuan, begitu juga sebaliknya. Aksi balas pantun ini setelah berlangsung cukup lama dan keadaan mulai memanas biasanya di sambung dengan aksi pencak silat dari kedua pihak tersebut.
Selain tradisi yang unik yang terdapat di Jakarta, ada pula makanan yang dimana apabila kita makan-makanan tersebut kita bisa langsung teringat dengan kota Jakarta, seperti:
1.      Asinan betawi
Asinan betawi ini berisi toge, wortel, mentimun, tahu, kerupuk mi, dan bumbu cuka, kombinasi yang pas untuk santapan di siang hari.

2.      Bir pletok
Bir pletok adalah salah satu minuman khas Betawi. Embel-embel bir pada minuman ini bukan berarti mengandung alkohol. Bir pletok justru merupakan minuman kebugaran dari rempah alami yang memiliki beragam khasiat. Salah satunya, bisa mengatasi masalah sulit tidur alias insomnia.
3.      Gado-gado
Gado-gado makanan khas Betawi yang terkenal dengan kesegarannya. Namun, berbeda dari gado-gado biasanya, gado-gado lontong Bu Romlah terkenal dengan rasa pedasnya. Tidak heran, jika sayuran yang ditaburi bumbu kacang racikannya populer dengan sebutan gado-gado mercon.
4.      Kerak telor
Kerak telor merupakan salah satu makanan khas daerah Betawi. Makanan ini dibuat dari bahan-bahan antara lain seperti beras ketan putih, telur ayam atau telur bebek, ebi (udang kering) dan parutan kelapa yang disangrai kering, serta bawang goreng, cabai merah, kencur, jahe, merica, garam dan gula pasir sebagai bumbu pelengkapnya.

Dan masih banyak yang lainnya tradisi serta makanan khas yang berasal dari Jakarta yang dapat menimbulkan rasa kepuasan tersendiri setelah memakan serta merasakan budaya asli dari Jakarta tersebut.






0 komentar:

Posting Komentar