GLOBALISASI
Globalisasi adalah keterkaitan dan
ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui
perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi
yang lain sehingga batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit.
Globalisasi adalah
suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling
berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang
melintasi batas negara
Dalam banyak hal,
globalisasi mempunyai banyak karakteristik yang sama dengan internasionalisasi
sehingga kedua istilah ini sering dipertukarkan. Sebagian pihak sering
menggunakan istilah globalisasi yang dikaitkan dengan berkurangnya peran negara
atau batas-batas negara.
Globalisasi terjadi karena adanya
kemajuan pengetahuan yang selalu tumbuh dan berkembang. Kemajuan pengetahuan di
dunia ini sangatlah pesat kemajuannya yang setiap saat selalu ada yang baru
seperti handphone, teknologi informasi ,style dan lain – lain.
Globalisasi terjadi karena faktor –
faktor budaya luar, seperti :
· Selalu meningkatkan ilmu pengetahuan
· Keberanian untuk bersaing
· Kemampuan memprediksi
· Keberanian mengambil resiko
· Etos kerja
Globalisasi
berpengaruh hampir semua di kehidupan masyarakat. Ada masyarakat yang dapat
menerima globalisasi, seperti generasi muda, penduduk dengan status sosial yang
tinggi dan masyarakat di kota. Namun, ada pula masyarakat yang tidak dapat
menerima globalisasi atau bahkan menolaknya, seperti masyrakat di daerah
terpencil, penduduk yang status sosialnya rendah atau mungkin dibawah rata –
rata.
Pengaruh positif
globalisasi terhadap masyarakat Indonesia.
- Dilihat dari aspek globalisasi
politik, pemerintahan dijalankan secara terbuka dan demokratis, karena
pemerintahan adalah bagian dari suatu negara. Jika pemerintahan dijalankan
secara jujur, bersih dan dinamis tentunya akan mendapat tanggapan positif
dari rakyat. Tanggapan positif tersebut berupa jati diri terhadap negara
menjadi meningkat dan kepercayaan masyarakat akan mendukung yang dilakukan
oleh pemerintahan.
- Dari aspek globalisasi ekonomi,
terbukanya pasar internasional, meningkatkan kesempatan kerja yang banyak
dan meningkatkan devisa suatu negara. Dengan adanya hal tersebut akan
meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa yang dapat menunjang kehidupan
nasional dan akan mengurangi kehidupan miskin.
- Dari aspek globalisasi sosial budaya,
kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi
dan disiplin serta Iptek dari negara lain yang sudah maju untuk
meningkatkan kedisplinan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa serta
akan mempertebal jati diri kita terhadap bangsa. Serta kita juga
dapat bertukar ilmu pengetahuan tentang budaya suatu bangsa.
Pengaruh negatif
globalisasi terhadap masyarakat Indonesia.
- Aspek politik, Globalisasi mampu
meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan
dan kemakmuran. Sehingga tidak menutup kemungkinan berubah arah dari
ideologi Pancasila ke ideologi liberalisme. Jika hal tesebut terjadi
akibatnya jati diri bangsa akan luntur dan tidak mungkin lagi bangsa kita
akan terpecah belah.
- Aspek Globalisasi ekonomi, hilangnya
rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar
negeri (mainan, minuman, makanan, pakaian, dll) membanjiri Indonesia.
Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala
berkurangnya jati diri bangsa kita. Maka hal ini akan menghilangkan
beberapa perusahaan kecil yang memang khusus memproduksi produk dalam
negeri.
- Masyarakat kita khususnya anak muda
banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia dimana
dilihat dari sopan santun mereka yang mulai berani kepada orang tua, hidup
metal, hidup bebas, dll. Justru anak muda sekarang sangat mengagungkan
gaya barat yang sudah masuk ke bangsa kita dan semakin banyak yang
cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai
kiblat.
- Mengakibatkan adanya kesenjangan
sosial yang tajam antara yang kaya dan miskin, karena adanya persaingan
bebas dalam globalisasi ekonomi. Hal tersebut dapat menimbulkan
pertentangan yang dapat mengganggu kehidupan nasional bangsa. Serta
menambah angka pengangguran dan tingkat kemiskinan suatu bangsa.
- Munculnya sikap individualisme yang
menimbulkan ketidakpedulian sesama warga. Dengan adanya individualisme
maka orang tidak akan peduli dengan kehidupan bangsa. Padahal jati diri
bangsa kita dahulu mengutamakan Gotong Royong, tapi kita sering lihat
sekarang contohnya saja di perumahan / komplek elit, mereka belum tentu
mengenal sesamanya. Dari hal tersebut saja sudah tercermin tidak adanya
kepedulian, karena jika tidak kenal maka tidak sayang.
Dampak di atas akan
perlahan-lahan mempengaruhi kehidupan bangsa Indonesia, Akan tetapi secara
keseluruhan aspek dapat menimbulkan rasa nasionalisme terhadap bangsa menjadi
berkurang atau luntur. Sebab globalisasi mampu membuka cakrawala masyarakat
Indonesia secara global. Apa yang ada di luar negeri dianggap baik memberi
aspirasi kepada masyarakat kita untuk diterapkan di negara kita. Bila
dilaksanakan belum tentu sesuai di Indonesia. Bila tidak dilaksanakan akan
dianggap tidak aspiratif dan dapat bertindak anarkis sehingga mengganggu
stabilitas nasional, ketahanan nasional bahkan persatuan dan kesatuan bangsa
Indonesia.
IDEOLOGI
Pengaruh Globalisasi Terhadap jati diri di
Kalangan Generasi Muda.
Arus globalisasi begitu cepat merasuk ke dalam
masyarakat terutama di kalangan muda. Pengaruh globalisasi tersebut telah
membuat banyak anak muda kita kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa
Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan gejala-gejala yang muncul dalam kehidupan
sehari- hari anak muda sekarang. Dari cara berpakaian banyak remaja-remaja kita
yang berdandan seperti selebritis yang cenderung ke budaya Barat. Padahal cara
berpakaian tersebut jelas- jelas tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Tak
ketinggalan gaya rambut mereka dicat beraneka warna. Tidak banyak remaja yang
mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan sesuai
dengan kepribadian bangsa.
Teknologi internet merupakan teknologi yang memberikan
informasi tanpa batas dan dapat diakses oleh siapa saja. Apa lagi bagi anak
muda, internet sudah menjadi santapan mereka sehari- hari. Jika digunakan
secara semestinya tentu akan memperoleh manfaat yang berguna. Dan sekarang ini,
banyak pelajar dan mahasiswa yang menggunakan tidak semestinya. Misal untuk
membuka situs-situs porno, bahkan sampai terkena penipuan. Bukan hanya internet
saja, ada lagi pegangan wajib mereka yaitu hand phone, apalagi sekarang ini
mulai muncul hand phone yang berteknologi tinggi. Mereka justru berlomba-lomba untuk
memilikinya, tapi kita lihat alat musik kebudayaan kita belum tentu mereka
mengetahuinya. Hal ini jika kita lihat dari segi sosial, maka kepedulian
terhadap masyarakat menjadi tidak ada karena mereka lebih memilih kesibukan
dengan menggunakan handphone tersebut.
Dilihat dari sikap, banyak anak muda yang tingkah
lakunya tidak tahu sopan santun dan cenderung tidak peduli terhadap lingkungan.
Karena globalisasi menganut kebebasan dan keterbukaan sehingga mereka bertindak
sesuka hati mereka. Jika pengaruh-pengaruh di atas dibiarkan, mau apa jadinya
generasi muda bangsa? Moral generasi bangsa menjadi rusak, timbul tindakan
anarkhis antara golongan muda. Hubungannya dengan nilai jati diri akan
berkurang karena tidak ada rasa cinta terhadap budaya bangsa sendiri dan rasa
peduli terhadap masyarakat. Padahal generasi muda adalah penerus masa depan
bangsa. Apa akibatnya jika penerus bangsa tidak memiliki jati diri?
Marilah kita Mengembalikan Jati Diri Bangsa Indonesia,
terima globalisasi dengan rasa kritis dan banyak melakukan hal positif dalam
menggunakan globalisasi yang ada sekarang ini. Sebagai masyarakat Indonesia
mulai dari sekarang kita utamakan produk dalam negeri dan kenali kebudayaan
kita
POLITIK
ASPEK
POLITIK• Dilihat dari aspek globalisasi politik, pemerintahan dijalankan secara
terbuka dan demokratis, karena pemerintahan adalah bagian dari suatu negara.•
Jika pemerintahan dijalankan secara jujur, bersih dan dinamis tentunya akan
mendapat tanggapan positif dari rakyat.• Tanggapan positif tersebut berupa jati
diri terhadap negara menjadi meningkat dan kepercayaan masyarakat akan
mendukung yang dilakukan oleh pemerintahan.
EKONOMI
4. ASPEK
EKONOMIDari aspek globalisasi ekonomi,• Terbukanya pasar internasional.•
Meningkatkan kesempatan kerja yang banyak.• Meningkatkan devisa suatu negara.•
Dengan adanya hal tersebut akan meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa yang
dapat menunjang kehidupan nasional dan akan mengurangi kehidupan miskin.
BUDAYA
5. ASPEK
BUDAYADari aspek globalisasi sosial budaya,• Kita dapat meniru pola berpikir
yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin.• Serta Iptek dari negara
lain yang sudah maju untuk meningkatkan kedisplinan bangsa.• Pada akhirnya
memajukan bangsa serta akan mempertebal jati diri kita terhadap bangsa.• Serta
kita juga dapat bertukar ilmu pengetahuan tentang budaya suatu bangsa.
6. PENGARUH
NEGATIF GLOBALISASI TERHADAP MASYARAKATINDONESIA. ASPEK POLITIKDilihat pada
Aspek politik,• Globalisasi mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa
liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran. Sehingga tidak menutup
kemungkinan berubah arah dari ideologi Pancasila ke ideologi liberalisme.•
Mengakibatkan jati diri bangsa akan luntur dan tidak mungkin lagi bangsa kita
akan terpecah belah.
7. ASPEK
EKONOMIAspek Globalisasi ekonomi,• Hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam
negeri karena banyaknya produk luar negeri (mainan, minuman, makanan, pakaian,
dll) membanjiri Indonesia.• Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam
negeri menunjukan gejala berkurangnya jati diri bangsa kita. Maka hal ini akan
menghilangkan beberapa perusahaan kecil yang memang khusus memproduksi produk
dalam negeri.• Mengurangi kegiatan ekspor negara karena produk dalam negeri
kalah bersaing dengan produk luar negeri.
8. ASPEK
SOSIAL BUDAYA• Masyarakat kita banyak yang lupa akan identitas diri sebagai
bangsa Indonesia.• Memudarnya Sikap sopan santun dan anak-anak yang mulai
berani kepada orang tua, hidup metal, hidup bebas, dll.• Justru anak muda
sekarang sangat mengagungkan gaya barat yang sudah masuk ke bangsa kita dan
semakin banyak yang cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia
dianggap sebagai kiblat.• Mengakibatkan adanya jurang kesenjangan sosial antara
yang kaya dan miskin.
HANKAM
Bidang pertahanan dan keamanan
Globalisasi yang
menyajikan informasi yang cepat dan akurat , juga membawa pengaruh bagi aspek
pertahanan dan keamanan bangsa dan negara Indonesia .
Dampak positif globalisasi dalam aspek pertahanan dan keamanan dapat dilihat dengan adanya hubungan kerjasama antar bangsa, khususnya bidang pertahanan dan keamanan baik kerjasama bilateral, regional. maupun internasional. Kerjasama memperkuat keamanan dan pertahanan wilayah regional, misalnya kerjasamam dengan negra-negara ASEAN dalam bidang kemiliteran, latihan perang bersama, pemberantasan jaringan narkoba, perjanjian ekstradisi, jaringan teroris dan semua kegiatan yang dianggap membahayakan negara. Misalnya saja dengan cara saling tukar informasi mengenai adanya ancaman dan gangguan keamanan akan lebih cepat diketahui sehinnga dapat diantisipasi lebih dini secara bersama-sama sebelum meluas dan mempunyai kekauatan yang besar.
Menguatnya supremasi hokum, demokratisasi dan tuntutan dilaksanakannya HAM.
Menguatnya regulasi hokum dan pembuatan peraturan perundang-undangan untuk kepentingan rakyat.Aparat hukum dituntut lebih professional, transparan dan akuntabel.Embargo persenjataan militer. Suatu negara yang memiliki tingkat persenjataan militer yang canggih, akan dengan mudah membatasi bahkan melarang penjualan persenjataannya kesuatu negara yang kebijakan politiknya bertentangan dengan kebijakan politik mereka.Timbulnya kerjasama di bidang pertahanan dan keamanan. Beberapa negara khususnya yang memiliki letak geografis yang berdekatan, terutama yang berada dalam satu kawasan, akan berupaya untuk menjaga stabilitas pertahanan diantara negara-negara tersebut, hal ini dapat diwujudkan dengan kerja sama dibidang militer. Wujud konretnya, melalui tukar-menukar persenjataan militer maupun latihan perang bersama.
adanya upaya setiap negara mempertahankan kedaulatan negara melalui pembuatan sistem persenjataan maupun pemberdayaan rakyat dan tentaranya. Globalisasi bidang hankam pernah dirasakan masyarakat dunia, yaitu dibentuknya pakta pertahanan NATO, SEATO, WARSAWA, dsb. Bidang hankam Indonesia selain memperkuat berbagai sistem persenjataan di darat, udara, dan laut juga melakukan upaya keamanan rakyat semesta dan kedaulatan nasional. Negara Indonesia dalam partisipasi menjaga keamanan internasional, pernah mengirim Pasukan Garuda ke beberapa negara atas mandat Dewan Keamanan PBB.
Beberapa segi negatif pengaruh globalisasi terhadap keamanan dan pertahanan negara , antara lain munculnya reaksi – reaksi keras dari sebagian rakyat Indonesia terhadap peristiwa atau tragedi yang terjadi di suatu negara yang dianggap melanggar hak asassi manusia .
Ancaman disintegrasi bangsa karena adanya pengaruh dan dukungan dari negara lain, juga perlu diwasapadai.
Dampak positif globalisasi dalam aspek pertahanan dan keamanan dapat dilihat dengan adanya hubungan kerjasama antar bangsa, khususnya bidang pertahanan dan keamanan baik kerjasama bilateral, regional. maupun internasional. Kerjasama memperkuat keamanan dan pertahanan wilayah regional, misalnya kerjasamam dengan negra-negara ASEAN dalam bidang kemiliteran, latihan perang bersama, pemberantasan jaringan narkoba, perjanjian ekstradisi, jaringan teroris dan semua kegiatan yang dianggap membahayakan negara. Misalnya saja dengan cara saling tukar informasi mengenai adanya ancaman dan gangguan keamanan akan lebih cepat diketahui sehinnga dapat diantisipasi lebih dini secara bersama-sama sebelum meluas dan mempunyai kekauatan yang besar.
Menguatnya supremasi hokum, demokratisasi dan tuntutan dilaksanakannya HAM.
Menguatnya regulasi hokum dan pembuatan peraturan perundang-undangan untuk kepentingan rakyat.Aparat hukum dituntut lebih professional, transparan dan akuntabel.Embargo persenjataan militer. Suatu negara yang memiliki tingkat persenjataan militer yang canggih, akan dengan mudah membatasi bahkan melarang penjualan persenjataannya kesuatu negara yang kebijakan politiknya bertentangan dengan kebijakan politik mereka.Timbulnya kerjasama di bidang pertahanan dan keamanan. Beberapa negara khususnya yang memiliki letak geografis yang berdekatan, terutama yang berada dalam satu kawasan, akan berupaya untuk menjaga stabilitas pertahanan diantara negara-negara tersebut, hal ini dapat diwujudkan dengan kerja sama dibidang militer. Wujud konretnya, melalui tukar-menukar persenjataan militer maupun latihan perang bersama.
adanya upaya setiap negara mempertahankan kedaulatan negara melalui pembuatan sistem persenjataan maupun pemberdayaan rakyat dan tentaranya. Globalisasi bidang hankam pernah dirasakan masyarakat dunia, yaitu dibentuknya pakta pertahanan NATO, SEATO, WARSAWA, dsb. Bidang hankam Indonesia selain memperkuat berbagai sistem persenjataan di darat, udara, dan laut juga melakukan upaya keamanan rakyat semesta dan kedaulatan nasional. Negara Indonesia dalam partisipasi menjaga keamanan internasional, pernah mengirim Pasukan Garuda ke beberapa negara atas mandat Dewan Keamanan PBB.
Beberapa segi negatif pengaruh globalisasi terhadap keamanan dan pertahanan negara , antara lain munculnya reaksi – reaksi keras dari sebagian rakyat Indonesia terhadap peristiwa atau tragedi yang terjadi di suatu negara yang dianggap melanggar hak asassi manusia .
Ancaman disintegrasi bangsa karena adanya pengaruh dan dukungan dari negara lain, juga perlu diwasapadai.
Mengenai dampak negatif yang lain di bidang ini,
globalisasi menjadikan kemajuan teknologi juga juga digunakan oleh jaringan
penjahat internasional untuk beroperasi di berbagai negara. Penjahat-penjahat
dari dalam negeri yaitu warga Negara Indonesia yang melakukan tindak pidana
misalnya saja korupsi, makar terhadap pemerintahan negara, membunuh dan
sebagainya, mudah melarikan diri ke Negara lain dan menetap di sana bahkan para
penjahat politik dapat memperoleh suaka politik. Hal ini sangat merugikan bagi
bangsa Indonesia.
Penguasaan
suatu kepulauan negara oleh negara lain. Akibat semakin tidak terlihatnya batas
suatu negara dengan negara lain, maka suatu negara akan dengan mudah menguasai
bagian negara lain, apalagi jika negara yang bersangkutan tidak memiliki
pertahanan dan keamanan yang tangguh.
Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang pertahanan
keamanan
Isu yang
dihembuskan oleh negara-negara dunia pertama (amerika serikat dan sekutunya)
sekaran dibidang ini adalah terorisme global.
Sementara pengertian terorisme ini sampai sekarang belum ada kesamaan pandangan antar negara satu dengan lainnya didunia. Oleh karena itu lantas ditafsirkan menurut negara berikut kepentingannya masing-masing.
Sementara pengertian terorisme ini sampai sekarang belum ada kesamaan pandangan antar negara satu dengan lainnya didunia. Oleh karena itu lantas ditafsirkan menurut negara berikut kepentingannya masing-masing.

0 komentar:
Posting Komentar