BUDAYA (FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NYA)
Berbelanja, dalam lingkup lebih kecil membeli barang, adalah suatu pekerjaan yang pernah dilakukan oleh hampir semua orang di muka bumi ini. Mungkin semenjak hadirnya uang sebagai alat transaksi, budaya belanja juga muncul menggantikan budaya tukar-menukar barang (barter). Tujuan belanja untuk mendapatkan kebutuhan yang tidak bisa dibuat sendiri menjadikan belanja tetap akan ada sepanjang keberadaan manusia.
Seiring berkembangnya jaman dan arus budaya yang mengalir dari seluruh dunia, maka di Indonesia budaya belanja juga mengalami perubahan. Perlahan namun pasti pasar-pasar modern seperti super market dan mini market juga hadir di Indonesia. Perubahan gaya hidup menjadi pendorong semakin berkembangnya mini market seperti Alfamart dan lainnya. Hampir di setiap ibu kota kecamatan, terutama di pulau Jawa, kita bisa menjumpainya bahkan kadang-kadang ada dua-tiga mini market yang saling berdekatan.
Kehadiran pasar modern itu tentunya sedikit banyak akan mempengaruhi gaya berbelanja kita. Namun selama kita bisa cerdik dalam berbelanja, maka kehadiran pasar modern itu akan menguntungkan dan memudahkan kita berbelanja. Jika kita tahu trik-trik berbelanja di pasar modern maka kita dapat menghemat pengeluaran kita. Trik-trik itu, antara lain:
1. Berbelanja secara berkala dan terjadwal.
Dengan cara ini kita berhemat waktu, biaya transportasi dan ongkos parkir. Saat berbelanja banyak barang biasanya kita mendapat tas plastik besar yang bisa difungsikan sebagai kantung sampah di rumah, sehingga tak perlu lagi membeli ‘garbage bag’.
2. Membuat catatan belanja dan mematuhinya.
Dengan catatan belanja di tangan, kita akan fokus hanya mencari barang yang tertulis sehingga, jika kita disiplin, tidak tergoda membeli barang yang tidak direncanakan. Barang kebutuhan harian biasanya diletakan di tempat di mana kita harus melewati display barang-barang lain yang menggoda mata.
3. Belanja saat akhir pekan.
Kecenderungan saat ini, pasar-pasar modern mengeluarkan promo barang-barang yang dijual lebih murah di akhir pekan. Cari informasinya di televisi atau surat kabar. Bahkan di harian Kompas, iklan seperti ini dijadikan satu dengan judul ‘Info Retail’. Atau, carilah di website resmi pasar-pasar modern itu.
4. Miliki kartu keanggotaan pasar modern.
Hampir semua pasar modern mengeluarkan kartu anggota, seperti Kartu AKU di Alfamart. Sekarang yang banyak ditawarkan adalah kartu anggota yang sekaligus menjadi kartu debit atau kartu kredit. Keuntungannya, Anda bisa mendapat tambahan diskon.
5. Jangan ajak anak kecil berbelanja.
Anak-anak adalah sasaran empuk yang mudah diiming-imingi dan tertarik dengan barang yang baru atau enak. Amati saja, es krim dan permen biasanya diletakkan di dekat kasir. Ketika antre membayar, anak-anak pasti akan melihatnya dan tertarik mendapatkannya.
6. Bawa uang secukupnya.
Jika Anda membayar secara kontan atau dengan kartu anggota yang juga berfungsi sebagai kartu debit, bawa uang secukupnya agar terhindar dari gelap mata membeli apa yang Anda inginkan bukan membeli yang Anda butuhkan. Jika membayar dengan kartu kredit, ingatlah apa yang dibeli tetap harus dibayar saat tagihan datang.
7. Teliti harga yang tertera di rak.
Cara ini menghindari Anda salah melihat jenis barang dengan harga yang tertera. Juga akan berguna ketika ada perbedaan harga saat membayar di kasir, karena kadang up date harga di kasir terlambat. Jangan takut membatalkan pembelian jika harga yang tertera di rak berbeda dengan di kasir.
8. Belanja menurut fungsi, bukan merk.
Ini tidak berlaku untuk produk perawatan tubuh dan makanan serta minuman, karena selera setiap orang berbeda. Namun untuk barang yang fungsinya sama seperti minyak goreng, gula pasir dan sabun cuci carilah yang termurah tanpa terpaku pada merk.
9. Saat membeli makanan dan minuman dalam kemasan, ambil di rak di bagian paling belakang.
Pola penataan barang di pasar modern, biasanya barang paling lama diletakan di bagian depan rak. Barang yang diletakan dibelakang biasanya yang paling baru dan masa edarnya lebih lama.
10. Teliti keutuhan kemasan dan tanggal kadaluarsa (expired date).
Ini menghindarkan Anda mendapat barang yang rusak dan kadaluarsa.
11. Teliti jumlah barang dan harga saat membayar.
Ketika antrean pembeli panjang dan kasir sudah lelah atau up date harga yang terlambat di komputer kasir, kesalahan memberi harga dan memasukkan barang ke tas bisa saja terjadi. Lebih baik teliti agar tidak dirugikan.
12. Bersikap ramah kepada pramuniaga dan kasir.
Jamaknya, para pegawai di pasar modern itu yang dituntut bersikap sopan dan ramah kepada pelanggan. Namun tidak ada salahnya Anda mengimbanginya sehingga ketika Anda mendapat kesulitan maka bantuan yang didapat bersumber dari ketulusan bukan karena tuntutan pekerjaan.
13. Bulan Desember biasanya banyak barang berharga murah.
Di beberapa pasar modern, bulan Desember adalah bulan pemenuhan target penjualan sehingga harga diturunkan untuk menaikkan tingkat penjualan. Namun tidak selalu membanting harga, tetapi kadang dengan cara beli produk A gratis produk B atau gratis satu barang tambahan jika membeli dua barang yang sama.
14. Ingat fungsi sosial belanja.
Hampir semua kebutuhan hidup sehari-hari tersedia namun jika mungkin tetangga atau teman Anda membuka toko/warung, tidak ada salahnya berbagi rezeki dengan mereka. Ada nilai tambah yang akan Anda dapat yaitu mempererat silaturahim. Begitu juga tidak ada salahnya berbelanja sayur-mayur di tukang sayur keliling. Pilihan sayur yang dibawanya biasanya lebih beragam sehingga memudahkan Anda membuat berbagai variasi menu. Jika Anda tidak sempat berbelanja di tukang sayur, pembantu Anda mungkin bisa melakukannya sekaligus sebagai ajang bersosialisasi.
Trik-trik itu saya dapat dari pengamatan semata ketika mengantarkan Ibu, istri dan adik perempuan saya berbelanja sehingga masih sangat jauh dari sempurna dan tidak harus diikuti semuanya. Bagaimana Anda berbelanja adalah hak mutlak Anda karena kondisi setiap orang tidaklah sama.

0 komentar:
Posting Komentar