KELOMPOK
REFERENSI (Acuan)
Kelompok adalah dua atau lebih yang
berinteraksi untuk mencapai sasaran perorangan maupun bersama, seperti kelompok
persahabatan, kelompok belajar, kelompok kerja, kelompok / masyarakat maya,
kelompok aksi konsumen dan lain-lain (Sumarwan, 2002). Menurut Herbet H. Hyman
kelompok acuan didefinisikan sebagai orang atau kelompok orang yang
mempengaruhi secara bermakna suatu perilaku individu.
Kelompok acuan memberikan standar (norma
atau nilai) yang dapat menjadi perspektif penentu mengenai bagaimana seseorang
berfikir atau berperilaku. Adapun definisi dari kelompok rujukan atau referensi
adalah setiap orang atau kelompok yang dianggap sebagai dasar pembandingan bagi
seseorang dalam membentuk nilai dan sikap umum / khusus atau pedoman khusus
bagi perilaku.
Tiga macam pengaruh kelompok acuan:
1. Pengaruh Normatif
Ketika seorang individu memenuhi harapan
kelompok untuk mendapatkan hadiah langsung atau menghindari hukuman
2. Pengaruh Ekspresi Nilai
Ketika seorang individu kelompok
menggunakan norma dan nilai-nilai dianggap sebagai panduan bagi sikap mereka
sendiri atau nilai-nilai
3. Pengaruh Informasi
Perilaku dan pendapat kelompok referensi
digunakan sebagai berguna potongan informasi yang berpotensi
Terdapat lima jenis kelompok acuan dan
karakteristiknya (Peter, J. Paul and Olson, Jerry C., 2005: Hawkins, Del I.,
2004:)
|
Jenis Kelompok Acuan
|
Perbedaan dan
Karakteristik
|
|
Formal
/ Informal
|
Kelompok
acuan formal memiliki struktur yang dirinci dengan jelas (contoh: kelompok
kerja di kantor / tim per divisi); sedangkan kelompok acuan informal tidak
dirinci secara jelas (contoh: kelompok persahabatan / teman kuliah)
|
|
Primary / secondary
|
Kelompok
acuan primary melibatkan seringnya interaksi
langsung dan tatap muka (contoh : keluarga atau sanak saudara); sedangkan
kelompok acuan secondary,
interaksi dan tatap mukanya tidak terlalu sering (contoh : tetangga di
apartemen)
|
|
Membership
|
Seseorang
menjadi anggota formal dari suatu kelompok acuan (contoh : kelompok pecinta
alam)
|
|
Aspirational
|
Seorang
bercita-cita untuk bergabung atau menandingi kelompok acuan aspirational
|
|
Dissociative
|
Seseorang
berupaya menghindari kelompok acuan dissosiative
|
Para pemasar tertarik pada kemampuan
kelompok rujukan untuk mengubah sikap dan perilaku konsumen dengan mendorong
timbulnya kesesuaian. Untuk dapat mempunyai pengaruh tersebut, kelompok rujukan
harus melakukan hal-hal berikut ini :
- Memberitahukan
atau mengusahakan agar orang menyadari adanya suatu produk / merk khusus
- Memberikan
kesempatan pada individu untuk membandingkan pemikirannya sendiri dengan
sikap dan perilaku kelompok
- Mempengaruhi
individu untuk mengambil sikap dan perilaku yang sesuai dengan norma-norma
kelompok
- Membenarkan
keputusan untuk memakai produk-produk yang sama dengan kelompok
Daya tarik kelompok rujukan dalam pemasaran
melalui :
- Daya
tarik selebriti
- Daya
tarik tenaga ahli
- Daya
tarik orang biasa
- Daya
tarik juru bicara eksekutif dan karyawan
- Daya
tarik kelompok rujukan lain
KELUARGA
Keluarga merupakan dua orang atau lebih
yang dikaitkan oleh hubungan darah, perkawinan, atau pengadopsian yang tinggal
bersama-sama atau terpisah. Keluarga adalah lingkungan mikro yaitu lingkungan
yang paling dekat dengan konsumen. Keluarga menjadi daya tarik bagi pemasar
karena keluarga memiliki pengaruh yang besar kepada konsumen. Anggota keluarga
akan saling mempengaruhi dalam pengambilan keputusan pembelian produk dan jasa.
Peranan anggota keluarga dalam pengambilan
keputusan pembelian antara lain : (Sumarwan, 2002)
- Sebagai initiator, anggota keluarga yang memiliki
ide atau gagasan untuk membeli atau mengkonsumsi suatu produk
- Sebagai
influencer, para anggota keluarga yang memberikan pengaruh pada
anggota keluarga lain untuk mengambil keputusan dalam pembelian atau tidak
membeli suatu produk
- Sebagai gate keeper, para
anggota keluarga yang mengontrol arus informasi
- Sebagai decision , anggota keluaga yang menentukan
membeli atau tidak suatu produk
- Sebagai buyer, anggota keluarga
yang dengan nyata melakukan pembelian
- Sebagai preparer, anggota yang
mengubah produk mentah menjadi bentuk yang bisa dikonsumsi
- Sebagai user, anggota keluarga
yang menggunakan produk tersebut
- Sebagai maintancer, anggota
keluarga yang merawat atau memperbaiki produk
- sebagai organizer, anggota
keluarga yang mengatur apakah produk tersebut bisa dimulai dipakai atau
dibuang atau dihentikan
Jumlah anggota keluarga akan menentukan
jumlah dan pola konsumsi suatu barang dan jasa. Anggota keluarga akan saling
mempengaruhi dalam keputusan pembelian dan konsumsi suatu produk. Namun kadang
juga akan muncul konflik hingga batas-batas tertentu.
Konflik keputusan (desicion conflict)
muncul ketika anggota keluarga tidak menyepakati beberapa aspek keputusan
pembelian. Perbedaan dalam tujuan akhir sering menciptakan konflik besar karena
banyaknya alternatif pilihan yang sangat berbeda (Peter dan Olson, 2000)

0 komentar:
Posting Komentar